Profil PONDOK PESANTREN DAARUL AMANAH MAJALENGKA
Dusun Andansari Rt. 003 Rw. 003 Desa Singawada Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa Barat
Sejarah
PONDOK PESANTREN DAARUL AMANAH
DESA SINGAWADA KECAMATAN RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA
Sekitar abad ke-18 M, di sebuah kampung yang kini dikenal sebagai Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, berdiri sebuah pondok pesantren yang cukup terkenal dan berpengaruh pada masanya. Pondok pesantren tersebut didirikan oleh seorang tokoh kharismatik bernama Pangeran Suralaya, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Mbah Nursalim.
Makam beliau berada tidak jauh dari lokasi Pondok Pesantren Daarul Amanah, tepatnya di pemakaman keluarga di Singawada, Rajagaluh, Majalengka. Semasa hidupnya, Mbah Nursalim dikenal sebagai sosok pejuang yang gagah berani, berjuang di medan peperangan laksana “singa”, serta mengabdikan diri kepada masyarakat melalui silaturahmi hingga akhir hayatnya (wada).
Sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas jasa-jasa beliau, masyarakat serta para muridnya kemudian menamai kampung tempat beliau berjuang dengan sebutan “Singawada”, yang mencerminkan keberanian (singa) dan pengabdian hingga akhir (wada). Jejak perjuangan Mbah Nursalim terus mengalir dan mempengaruhi generasi keturunannya. Semangat tersebut menginspirasi salah satu penerusnya, yaitu KH. Abdullah Yasin Basyunie, yang menjadi salah satu pendiri Yayasan Daarul Amanah Majalengka. Kemudian, pada tahun 1998, berdirilah Pondok Pesantren Daarul Amanah yang diprakarsai oleh Drs. H. E. Mansur, sebagai bagian dari jajaran pengurus Yayasan Daarul Amanah. Pendirian pesantren ini bertujuan untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan oleh Mbah Nursalim.
Sepeninggal Drs. H. E. Mansur, kepemimpinan Pondok Pesantren Daarul Amanah kini dilanjutkan oleh KH. Abdul Malik bersama Ust. Aidul Wafa Al Mubaroq dalam mata rantai perjuangan dan pengabdian keluarga besar pesantren tersebut.
MOTTO :
BERBUDI LUHUR
BERBADAN SEHAT
BERPENGETAHUAN LUAS
BERPIKIRAN BEBAS
PANCA JIWA :
KEIKHLASAN
KESEDERHANAAN
BERDIKARI
UKHWAH ISLAMIYAH
KEBEBASAN
DESA SINGAWADA KECAMATAN RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA
Sekitar abad ke-18 M, di sebuah kampung yang kini dikenal sebagai Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, berdiri sebuah pondok pesantren yang cukup terkenal dan berpengaruh pada masanya. Pondok pesantren tersebut didirikan oleh seorang tokoh kharismatik bernama Pangeran Suralaya, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Mbah Nursalim.
Makam beliau berada tidak jauh dari lokasi Pondok Pesantren Daarul Amanah, tepatnya di pemakaman keluarga di Singawada, Rajagaluh, Majalengka. Semasa hidupnya, Mbah Nursalim dikenal sebagai sosok pejuang yang gagah berani, berjuang di medan peperangan laksana “singa”, serta mengabdikan diri kepada masyarakat melalui silaturahmi hingga akhir hayatnya (wada).
Sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas jasa-jasa beliau, masyarakat serta para muridnya kemudian menamai kampung tempat beliau berjuang dengan sebutan “Singawada”, yang mencerminkan keberanian (singa) dan pengabdian hingga akhir (wada). Jejak perjuangan Mbah Nursalim terus mengalir dan mempengaruhi generasi keturunannya. Semangat tersebut menginspirasi salah satu penerusnya, yaitu KH. Abdullah Yasin Basyunie, yang menjadi salah satu pendiri Yayasan Daarul Amanah Majalengka. Kemudian, pada tahun 1998, berdirilah Pondok Pesantren Daarul Amanah yang diprakarsai oleh Drs. H. E. Mansur, sebagai bagian dari jajaran pengurus Yayasan Daarul Amanah. Pendirian pesantren ini bertujuan untuk melanjutkan perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan oleh Mbah Nursalim.
Sepeninggal Drs. H. E. Mansur, kepemimpinan Pondok Pesantren Daarul Amanah kini dilanjutkan oleh KH. Abdul Malik bersama Ust. Aidul Wafa Al Mubaroq dalam mata rantai perjuangan dan pengabdian keluarga besar pesantren tersebut.
MOTTO :
BERBUDI LUHUR
BERBADAN SEHAT
BERPENGETAHUAN LUAS
BERPIKIRAN BEBAS
PANCA JIWA :
KEIKHLASAN
KESEDERHANAAN
BERDIKARI
UKHWAH ISLAMIYAH
KEBEBASAN
Visi
" Mewujudkan generasi Islami yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global "
Misi
- Menguatkan iman dan akhlak sebagai dasar kehidupan.
- Mengintegrasikan ilmu agama, pengetahuan, dan teknologi.
- Membentuk santri mandiri, kreatif, dan siap mengabdi.